IDEOLOGI
Pendidikan Kewarganegaraan
Sapto Yuanis
Kelas :
XII IPS 1
1.
PENGERTIAN IDEOLOGI
Pengertian Ideologi. Ideologi adalah kumpulan ide atau
gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad
ke-18 untuk mendefinisikan "sains tentang ideas". Pengertian
ideologi dapat dianggap sebagai visi yang luas, sebagai cara memandang
segala sesuatu. Pengertian Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak
(tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik
sehingga membuat konsep ini menjadi intisari politik. Secara umum, Pengertian
ideologi diartikan sebagai suatu kumpulan gagasan, ide-ide dasar, keyakinan
serta kepercayaan yang bersifat sistematis yang memberikan arah dan tujuan yang
hendak dicapai dalam kehidupan nasional suatu bangsa dan negara.
2.
IDEA DAN LOGOS
Kata ideologi berasal dari bahasa Yunani “idea” dan “logos”. idea
mengandung arti mengetahui pikiran, melihat dengan budi. Adapun kata logos
mengandung arti gagasan, pengertian, kata, dan ilmu. jadi, ideologi berarti
kumpulan ide atau gagasan, pemahaman-pemahaman, pendapat-pendapat, atau
pengalaman-pengalaman.
3.
MACAM-MACAM IDEOLOGI
Liberalisme
Faham ini mengajarkan kebebasan mutlak
pada setiap individu. Kebebasan ini didasarkan keyakinan bahwa semua manusia
pada dasarnya adalah baik.
Konservatisme
Ideologi ini mengajarkan tentang
manusia yang harus selalu memelihara kondisi yang sudah ada serta menciptakan
kestabilan. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa tidak selamanya sebuah
perubahan akan membawa kebaikan.
Komunisme
Ajaran ini dipelopori oleh negara Uni
Sovyet yang dikuasai Partai Bolshevik. Partai ini didirikan oleh Lenin. Dimana
dalam ideologi ini semua manusia adalah sama serta tidak ada hak pribadi,
mengingat semua faktor ekonomi dan produksi dikuasai oleh negara.
Marxisme
Ajaran ini dikemukakan oleh Karl Marx
(1818-1883) dan Frederich Engel (1820-1895). Dalam ajarannya, mereka
mengajarkan tentang dasar-dasar komunisme yang dikenal pada saat ini. Dalam
konsep ini, ajaran yang mendominasi adalah pemikiran tentang konsep ekonomi dan
materialisme.
Feminisme
Ideologi ini bertujuan untuk
menciptakan persamaan hak antara pria dan wanita. Cara yang ditempuh adalah
dengan melakukan pemerataan dan kesederajatan dari setiap gender.
Sosialisme
Konsep sosialisme ini adalah
menciptakan kebersamaan dan adanya kesetaraan pada setiap orang. Dalam ideologi
ini diajarkan bahwa semua manusia harus saling membantu, karena manusia tidak
bisa hidup sendiri.
Fasisme
Ajaran ini lahir di Italia dipelopori
oleh Mousolinni. Dalam ideologi ini dikenal sebuah semboyan yang dipegang
teguh, yaitu Crediere, Obediere, Combattere atau Yakinlah, Tunduklah,
Berjuanglah. Dalam ideologi ini, peran negara demikian mutlak karena negara
diyakini sangat diperlukan dalam upaya menciptakan tatanan kehidupan dalam
masyarakat.
Kapitalisme
Ideolologi sangat kental dengan
pengaruh pemikiran ekonomi, dimana dalam kapitalisme memiliki inti pemikiran
bahwa individu berhak untuk mendapatkan hak dalam bidang perekonomian. Negara
tidak boleh terlibat dalam semua aktivitas perekonomian yang dilakukan
individu.
Demokrasi
Tujuan awal dari ideologi ini adalah
untuk mengembalikan kekuasaan kepada masyarakat, dimana dalam sistem ini,
terjadi keseimbangan peran negara hanya sebagai pelaksana administrasi
pemerintahan. Sementara, kedaulatan sepenuhnya berada di tangan rakyat.
Neoliberalisme
Ideologi ini
baru dikenal pada tahun 2000an. Inti dari aliran ini adalah untuk menciptakan
kembali kebebasan individu yang dikaitkan dengan terjadinya pasar bebas di
dunia internasional. Didalam ideologi ini tercipta kekuatan ekonomi yang
menjadi tolok ukur kekuatan politik.
4.
CIRI-CIRI IDEOLOGI TERBUKA DAN
TERTUTUB
-
Ideologi Terbuka
1. Merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam
masyarakat.
2. Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal
dari dalam masyarakat sendiri.
3. Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat.
4. Bersifat dinamis dan reformis.
5. Ciri khas ideologi terbuka adalah cita-cita
dasar yang ingin diwujudkan masyarakat bukan berasal dar luar masyarakat atau
dipaksakan dari elit penguasa tertentu.
6. Terbuka kepada perubahan-perubahan yang datang
dari luar, tetapi memiliki kebebasan dan integritas untuk menentukan manakah
nilai-nilai dari luar yang mempengaruhi dan mengubah nilai-nilai dasar yang
selama ini sudah ada dan manakah yang tidak boleh berubah.
- Ideologi Tertutup
1. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup
dalam masyarakat.
2. Bukan berupa nilai dan cita-cita.
3. Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku.
4. Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional
yang diajukan secara mutlak.
5.
MACAM-MCAM
IDEOLOGI SESUAI KELOMPOKNYA
Terbuka
Liberalisme
Feminisme
Sosialisme
Kapitalisme
Konservatisme
Demokrasi
Neoliberalisme
Tertutub
Komunisme
Marxisme
Fasisme
Zionisme
Anarkisme
6.
BUKTI
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA
-Pancasila memiliki
pandangan hidup dan tujuan serta cita – cita masyarakat Indonesia
-Tekad untuk mengembangkan kekreatifitasan dan dinamis untuk mencapai tujuan
nasional
-Pengalaman sejarah bangsa Indonesia
-Terjadi atas dasar keinginan bangsa ( masyarakat ) Indonesia sendiri tanpa
campur tangan atau paksaan dari sekelompok orang
– Isinya tidak operasional
– Menginspirasikan kepada masyarakat agar bertanggung jawab sesuai dengan nilai
– nilai Pancasila
– Menghargai pluralitas, sehingga dapat diterima oleh semua masyarakat yang
memiliki latar belakang dan budaya yang berbeda.
7.
10 FUNGSI PANCAILA
1. Pancasila Sebagai Dasar
Negara
Dasar negara merupakan alas atau fundamen yang menjadi pijakan dan mampu
memberikan kekuatan kepada berdirinya sebuah negara. Negara Indonesia dibangun
juga berdasarkan pada suatu landasan atau pijakan yaitu Pancasila. Pancasila,
dalam fungsinya sebagai dasar negara, merupakan sumber kaidah hukum yang
mengatur negara Republik Indonesia, termasuk di dalamnya seluruh unsur-unsurnya
yakni pemerintah, wilayah dan rakyat. Pancasila dalam kedudukannya seperti
inilah yang merupakan dasar pijakan penyelenggaraan negara dan seluruh
kehidupan negara Republik Indonesia.
2. Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia. Ideoligi berasal dari kata
“Idea” yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita – cita dan logos
yang berarti ilmu jadi Ideologi dapat diartikan adalah Ilmu pengeertian –
pengertian dasar. Dengan demikian Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dimana pada
hakekatnya merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran Bangsa Indonesia.
Pancasila di angkat atau di ambil dari nilai-nilai adat-istiadat yang terdapat
dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia, dengan kata lain pancasila
merupakan bahan yang di angkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia.
3. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia yaitu yang dijadikan
pedoman hidup bangsa Indonesia dalam mencapai kesejahteraan lahir dan batin
dalam masyarakat yang heterogen (beraneka ragam).
4. Pancasila sebagai Jiwa Bangsa Indonesia. Menurut Von Savigny bahwa setiap
bangsa punya jiwanya masing-masing yang disebut Volkgeist, artinya Jiwa Rakyat
atau Jiwa Bangsa. Pancasila sebagai jiwa Bangsa lahir bersamaan dengan adanya
Bangsa Indonesia yaitu pada jaman dahulu kala pada masa kejayaan nasional. Hal
ini sesuai dengan apa yang telah dikemukakan oleh Prof. Mr. A.G. Pringgodigdo
dalam tulisann beliau dalam Pancasila, yang menyatakan bahwa Pancasila itu
sendiri telah ada sejak adanya Bangsa Indonesia.
5. Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia, artinya Pancasila lahir
bersama dengan lahirnya bangsa Indonesia dan merupakan ciri khas bangsa
Indonesia dalam sikap mental maupun tingkah lakunya sehingga dapat membedakan
dengan bangsa lain.
6. Pancasila sebagai Perjanjian Luhur artinya Pancasila telah disepakati secara
nasional sebagai dasar negara tanggal 18 Agustus 1945 melalui sidang PPKI
(Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia).
7. Pancasila sebagai Sumber dari segala sumber tertib hukum artinya; bahwa
segala peraturan perundang- undangan yang berlaku di Indonesia harus
bersumberkan Pancasila atau tidak bertentangan dengan Pancasila.
8. Pancasila sebagai Cita-cita dan tujuan yang akan dicapai bangsa Indonesia,
yaitu masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual yang
berdasarkan Pancasila.
9. Pancasila sebagai Falsafah Hidup yang Mempersatukan Bangsa Indonesia.
Pancasila merupakan sarana yang ampuh untuk mempersatukan Bangsa Indonesia.
Karena Pancasila adalah palsafah hidup dan kepribadian Bangsa Indonesia yang
mengandung nilai-nilai dan norma-norma yang oleh Bangsa Indonesia diyakini
paling benar, adil, bijaksana dan tepat bagi Bangsa Indonesia untuk
mempersatukan Rakyat Indonesia.
10. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup
Setiap manusia di dunia pasti mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup adalah
suatu wawasan menyeluruh terhadap kehidupan yang terdiri dari kesatuan
rangkaian nilai-nilai luhur. Pandangan hidup berfungsi sebagai pedoman untuk
mengatur hubungan manusia dengan sesama, lingkungan dan mengatur hubungan
manusia dengan Tuhannya.
8.
PANCASILA KRAMAT
Istilah
Pancasila juga dapat kita jumpai dalam sebuah kitab Sutasoma karya Empu
Tantular. Dalam buku itu terdapat istilah Pancasila yang diartikan sebagai
pelaksanaan kesusilaan yang lima (Pancasila Krama), yaitu:
• Tidak boleh melakukan
kekerasan
• Tidak boleh mencuri
• Tidak boleh berwatak
dengki
• Tidak boleh berbohong
• Tidak boleh mabuk minuman
keras.
Ini adalah pancasila yang
dimana di cetuskanya sebelum ada pancsila yang sekarang kita kenal.
9.
SEJARAH
PERUMUSAN PANCASILA
Eka sila
Ketika bung Karno merumuskan Pancasila,
itu dibuat di tanah Sunda. Jadi inspirasinya itu, dari sebuah kehidupan
masyarakat sunda. Ketika pancasila dilahirkan dengan lima sila, diperas lagi
menjadi tri sila, kemudian eka sila adalah gotong-royong
Sehingga ekasila adalah gotong royong yang berarti kabinet yang bekerja bersama
dari seluruh aspek elemen masyarakat baik pemerintah, congress dan rakyat dalam
menjalankan tujuan bersama yaitu eIndonesia lebih baru..
“Gotong-Royong”
Tri sila
Sebagai
formulasi empiris yang disampaikan secara spontan, tampaknya Soekarno tidak
terlalu memperdulikan kemasan, sebab bagi dia yang penting kandungan isi yang
terdapat di dalamnya. Karena itu itu, selain ia menawarkannya sebagai
Pancasila, ia juga menawarkan formulasi yang lebih esensial yakni Trisila,
yakni:
Sosio Nasionalisme
Sosio Demokrasi
Ketuhanan Yang Maha Esa
Pancasila
Perumusan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia tidak
terlepas dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan.
Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942, awalnya bangsa Indonesia menyambut baik
kedatangan Jepang. Rupanya kedatangan Jepang tidak mengubah nasib bangsa ke
arah yang lebih baik, bahkan sebaliknya, ternyata lebih kejam daripada
pemerintah Hindia Belanda. Maka di daerah-daerah muncul perlawanan terhadap
Jepang Pada tahun 1943 posisi Jepang semakin genting karena menghadapi gempuran
tentara Sekutu.
Di
samping itu, mereka juga menghadapi perlawanan di setiap daerah. Kondisi
semacam ini dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk mendesak Jepang agar
bersedia memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Desakan tersebut
ternyata mendapatkan respon dari pemerintah Jepang. Pada tanggal 7 September
1944 Perdana Menteri Koyso menjanjikan kemerdekaan kelak di kemudian hari.
Untuk meyakinkan bangsa Indonesia terhadap janji tersebut dibentuklah BPUPKI
(Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau Dokuritsu
Zyunbi Tyoshakai pada 1 Maret 1945. Anggota BPUPKI ini terdiri dari 60 anggota
berasal dari Indonesia, 4 anggota keturunan Cina, satu anggota keturunan
Belanda dan satu anggota dari keturunan Arab. Dalam salah satu sidang BPUPKI,
tepatnya tanggal 1 Joni 1945, telah diadakan pembicaraan mengenai dasar negara
Indonesia.
Dalam
sidang tersebut Ir. Soekarno menyampaikan pidatonya dan mengemukakan lima
prinsip yang sebaiknya dijadikan dasar negara Indonesia Merdeka, yaitu:
a.
Kebangsaan Indonesia
b.
Internasionalisme atau perikemanusiaan
c.
Mufakat atau demokrasi
d.
Kesejahteraan sosial
e.
Ketuhanan
Ir.
Soekarno kemudian menegaskan bahwa kelima alas itu dinamakan Pancasila. Setelah
Sidang I BPUPKI berakhir dibentuklah Panitia Kecil atau Panitia Sembilan untuk
merumuskan ide dasar negara dengan bahan utama yang telah dibi.carakan dalam
sidang BPUPKI. Pada tanggal 22 Juni 1945 panitia kecil bersidang dan berhasil
merumuskan Piagam Jakarta, yaitu:
a.
Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
b.
Kemanusiaan yang adil dan beradab
c.
Persatuan Indonesia
d.Kerakyatan
yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
e.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Setelah
BPUPKI dibubarkan, sebagai gantinya dibentuklah PPKI (Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia) atau Dokuritsu Zyunbi Inkai pada tanggal 7 Agustus 1945.
Tugas semula dari panitia ini adalah mempersiapkan segala sesuatu yang
berhubungan dengan pelaksanaan serah terima kemerdekaan yang direncanakan pada
tanggal 24 Agustus 1945.
Namun
dengan takluknya Jepang kepada Sekutu. maka pada tanggal 14 Agustus terjadi
kekosongan kekuasaan di Indonesia. Kesempatan yang baik dan sempit itu akhirnya
dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk melakukan langkah besar dengan
memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Sehari setelah
kemerdekaan, tanggal 18 Agustus 1945, PPKI bersidang dan berhasil menetapkan:
a.
Memilih Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden.
b.
Mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945.
Dalam
UUD 1945 inilah rumusan Pancasila yang sah sebagai dasar negara dapat kita
temui, yaitu dalam Pembukaan UUD 1945, alinea IV dengan rumusan sebagai
berikut.
a.
Ketuhanan Yang Maha Esa
b.
Kemanusiaan yang adil dan beradab
c.
Persatuan Indonesia
d.Kerakyatan
yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
e.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
5. SOAL
1.
Siapakah pencetus istilah Ideologi pertamakali ?
a.
Mario Teguh
b.
Aguste Comte
c.
Emile Durkhim
d.
Destutt de Tracy
e.
Albert Ensten
2.
Dari bangsa manakah istilah Ideologi Berasal ?
a.
Arab
b.
Cina
c.
Yunani
d.
Romawi
e.
Italia
3.
Siapakah tokoh ajaran Fasisme ?
a.
Mousolinni
b.
Max Karl
c.
Karl Max
d.
Fredrich Fasisnois
e.
Rowaln Adkinston
4.
Dimanakah awalmula ajaran Fasisme di kembangkan ?
a.
Jepang
b.
Korea Utara
c.
Indonesia
d.
Arab Saudi
e.
Italia
5.
Pilih salah satu Ideologi terbuka !
a.
Komunisme
b.
Fasisme
c.
Zionisme
d.
Konservatisme
e.
Anarkisme
Tidak ada komentar:
Posting Komentar